Showing posts with label Sistem Informasi Manajemen. Show all posts
Showing posts with label Sistem Informasi Manajemen. Show all posts

Friday, 19 April 2013

KEAMANAN DAN KENDALI SISTEM INFORMASI

KEAMANAN DAN KENDALI SISTEM INFORMASI

1.        Tantangan-tantangan Manajemen
Gangguan komunikasi  yang digunakan oleh orang-orang tidak berwenang, kegagalan perangkat lunak, kegagalan perangkat keras,bencana alam, kesalahan kariyawan, dan serangan teroris dapat mencegah sistem informasi untuk bekerja dengan sebenarnya. Untuk itu, kita harus memperhatikan beberapa tantangan manajemen, antara lain sebagai berikut :
a.         Merancang sistem yang tidak over-controlled dan tidak under-controled.
Walaupun lubang-lubang keamanan dan kerusakan atas system informasi tetap berasal dari bagian dalam organisasi, namun pelanggaran keamanan juga dating dari luar organisasi karena perusahaan yang menjalankan e-commerce berarti membuka pitu bagi pihak luar melalui internet.
b.        Menerapkan standar jaminana kualitas dalam proyek system besar
Jika keseriusan bag pada perangkat lunak tidak segera diatasi, maka kinerja perangkat lunak semakin lama akan semakin menurun. Jika rancangan yang sangat teliti dan pengujian yang cermat mampu mengeliminasi semau cacat, namun proyek perangkat lunak memiliki batasan waktu dan biaya yang sering membuat manajemen tidak mencurahkan banyak  waktu sebagaimana seharusnya untuk menguji dengan seksama sistem tersebut.

2.        Kelemahan-kelemahan pada Sistem dan Penyalahgunaan
Sebelum era otomatisasi melalui komputer, data mengenai individu atau organisasi dipelihara dan diamankan dalam bentuk catatan-catatan kertas yang tersebar diberagam unit organisasi atau bisnis. Sistem informasi mengkonsentrasikan data pada file-file komputer yang bias diakses oleh sejumlah besar orang  atau kelompok di luar organisasi. Konsekuensinya, data terotomatisasi itu semakin terbuka lebar untuk perusahaan, pencurian, kesalahan dan penyalahgunaan.
Jika sistem komputer gagal menjalankan tugas, perusahaan yang sangat tergatung pada komputer akan kehilangan fungsi  bisnis yang serius. Semakin lama komputer tidak berfungsi dengan baik, maka serius konsekuensi yang ditanggung perusahaan.
2.1    Kelemahan Pada System
Jika sejumlah besar data disimpan dalam bentuk elektronik, maka data-data itu rentan atas segala bentuk ancaman daripada jika data ditampilkan dalam bentuk manual. Berikut ini beberapa contoh ancaman dalam sistem informasi terkomputerisasi yaitu :
a.         Kegagalan perangkat keras akibat dari kebakaran
b.        Kegagalan perangkat lunak akibat dari masalah-masalah listrik
c.         Tindakan personil akibat dari kesalahan-kesalahan pengguna
d.        Penetrasi akses terminal akibat dari perubahan-perubahan program
e.         Pencurian data, layanan dan perlengkapan akibat dari masalah-masalah telekomunikasi
Kemajuan-kemajuan dalam bidang telekomunikasi dan perangkat lunak komputer semakin memperbesar kelemahan-kelemahan tersebut. Melalui jaringan telekomunikasi, sistem informasi di beragam lokasi bias saling dikoneksikan. Potensi atas tindakan-tindakan akses tidak berwenang, penyalahgunaan atau perusakan tidak bias dibatasi pada satu lokasi, tetapi bias muncul pada titik akses dimana pun pada jaringan.
Selain itu, kompleksitas dan keragaman dalam hal perangkat keras, perangkat lunak, organisasi, dan pengaturan personil yang dibutuhkan untuk jaringan telekomunikasi, menciptakan wilayah-wilayah baru dan peluang-peluang baru untuk penetrasi dan manipulasi.

2.2    Hacker dan virus computer
Hacker adalah seseorang yang mendapatkan akses yang tidak berwenang ke jaringan computer untuk keuntungan diri sendiri, pelanggaran hukum, atau untuk kesenangan pribadi. ada beragam cara hacker menerobos masuk dan menganggu bisnis. Beberapa pengganggu yang yang mencurigakan seperti menanamkan bom logika, Trojan horse, dan perangkat lunak linnya yang bias menyembunyikan system atau jaringan sampai pada saat eksekusi waktu yang sudah ditetapkan.
Beragam gangguan system yang disebabkan oleh hacker menyebarkan virus computer. Ini adalah program perangkat lunak yang jahat yang menyebar dengan cepat dari satu system ke sistem yang lainnya, memblokir memori komputer atau menghancurkan program atau data.
2.3    Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Oleh Para pPmbangun dan Pengguna Sistem
·           Bencana
Perangkat keras computer, program, file, data, dan perlengkapan lainnya bisa rusak akibat file, kegagalan daya, atau bencana lainnya.
·           Keamanan
Keamanan mengacu pada kebijakan, prosedur, dan ukuran-ukuran teknis yang digunakan untuk mencegah pelanggaran akses, pencurian, atau kerusakan fisik pada system informasi. Keamana bisa dilakukan dalam banyak teknik dan peranti untuk melindungi perangkat keras komputer, perangkat lunak, jaringan komunikasi dan data.
·           Keasalahan (Error)
Komputer juga bisa menjadi alat kesalahan, beberapa kesalahan bahkan mengganggu dan menghancurkan operasi organisasi. Kesalahan-kesalahan sistem otomatisasi bias terjadi pada banyak titik dalam siklus proses melalui entri data, kesalahan program, operasi komputer, dan perangkat data.

2.4    Masalah kualitas Sistem: Perangkat Lunak dan Data
Selain kerusakan, virus, dan celah-celah keamana, perangkat lunak yang tidak efektif juga menjadi ancaman tetap atas system informasi, menyebabkan kerugian-kerugian yang tak diketahui dalam hal produktivitas. Suatu masalah tersembunyi pada perangkat lunak di system jarak jauh miliki AT & T mengakibatkan system itu tidak bisa beroperasi, menyebabkan pasar saham di new York terhambat, dan menggangu bisnis senilai miliaran dolar diseluruh negeri selama beberapa jam.
·           Bug dan Cacat
Masalah utama dalam perangkat lunak adalah adanya bug tersembunyi atau kekurangsempurnaan pada kode-kode program. Penelitian menunjukkan bahwa sangat sulit menghilangkan semua bug pada suatu program besar. Sumber utama bug adalah kerumitan dalam hal penulisan kode program pengambilan keputusan. Program yang relatif kecil maupun yang terdiri dari beberapa ratus baris kode bisa berisi 10 baris sehingga ratusan atau bahkan ribuan kode mengenai pengambilan keputusan yang mengacu pada berbagai patin.
·           Kesulitan dalam Pemeliharaan
Alasan lain bahwa system memiliki kemungkinan besar ketidakkstabilan adalah perangkat lunak computer umumnya sangat sulit dipelihara. Pemeliharaan yaitu proses modifikasi system dalam masa fungsionalnya, merupakan fase paling mahal dari proses pengembangan system. Pada sebagian besar organisasi,setengah waktu dari para ataf system informasi dihabiskan untuk melakukan pemeliharaan system yang ada.

·           Masalah Kualitas Data
Sumber terbesar kegagalan system adalah kualitas data yang buruk. Data yang tidak akurat, lambat diterima, atau tidak konsisten dengan sumber-sumber informasi lain bisa menciptakan masalah keuangan dan operasional yang serius dalam bisnis. Jika kualitas buruk seperti itu tidak diketahui, maka akan menimbulkan kesalahan dalam pengambilan keputusan, bahkan kerugian financial (redman, 1998). Kualitas data yang buruk bisa bersumber dari kesalahan-kesalahan pemasukan data atau dari rancangan system informasi dan rancangan database yang keliru (wand dan wand, 1996; strong, lee dan wang, 1997).

3.      Menciptakan Lingkungan Pengendali
Untuk meminimalkan kesalahan-kesalahan, bencana , ganguan layanan , kejahatan komputer, dan celah-celah keamanan, ada beberapa kebijakan dan prosedur khusus yang harus diberlakukan dalam perancangan dan implementasi system informasi. Kombinasi dari ukuran manual dan otomatis yang melindungi system informasi dan memastikan bahwa system berjalan sesuai dengan standar manajemen, disebut kendali. Kendali terdiri dari metode, kebijakan, dan prosedur organisasi yang memastikan keamanan asset-aset organisasi, keakuratan dan keandalan dalam hal pencatatan  akuntansi dan dukungan operasional sesuai standar manajemen.

3.1 Kendali Umum dan Kendali Aplikasi
Kendali Umum berfungsi mengendalikan rancangan, keamanan, dan kegunaan program komputer dan keamanan file data secara umum di keseluruhan infrastruktur teknologi organisasi. Kendali aplikasi merupakan kendali khusus yang unik untuk masing-masing aplikasi terkomputerisasi, seperti pemrosesan order atau penggajian.
·         Kendali Umum dan Keamanan Data
Kendali umum mencakup kendali perangkat lunak, kendali fisik ,perangkat keras, kendali operasi komputer, kendali keamanan data, kendali proses implementasi system, dan kendali administratif.
·         Kendali Aplikasi
Kendali aplikasi menyangkut prosedur otomatis dan manual yang memastikan bahwa hanya data yang terotorisasi yang secara lengkap dan akurat diproses oleh sebuah aplikasi. Kendali aplikasi bisa diklasifikasikan menjadi (1) kendali input, (2) kendali pemrosesan, dan (3) kendali output. Kendali input memeriksa keakuratan dan kelengkapan data sewaktu dimasukan ke dalam system. Ada beberapa kendali input khusus untuk otorisasi input, konversi data, editing data, dan penanganan kesalahan. 

3.2 Komputer Ketersediaan Tinggi 
Di dalam lingkungan perusahaan digital, infrastruktur teknologi informasi harus memberikan tingkat ketersediaan layanan yang terus-menerus di lintas plafon komputasi. Banyak faktor bisa mengganggu kinerja sebuah web site, termasuk kegagalan pada jaringan, lalu lintas internet yang padat dan sumber-sumber server yang kurang memadai.
Dalam pemrosesan transaksi online, transaksi yang dimasukan secara online segera diproses oleh komputer. Perubahan yang sangat banyak pada database, pelaporan, atau permintaan untuk informasi dapat terjadi setiap saat. System komputer  toleransi-kesalahan terdiri dari banyak perangkat lunak, perangkat keras,dan komponen catu daya yang menciptakan suatu lingkungan untuk member layanan secara terus0menerus dan tidak tergantung.

3.3 Masalah-Masalah Keamanan Internet
            Komputasi yang memiliki ketersediaan yang besar juga memerlukan infrastruktur keamanan untuk e-commerce dan e-business. Jaringan public yang besar, termasuk Internet, lebih rentan karena terbuka bagi siapa saja san karena berukuran sangat besar sehingga jika disalahgunakan bias mengakibatkan dampak yang menyebar dengan cepat kemana-mana. Arsitektur aplikasi berbasis Web biasanya terdiri dari klien Web, server, dan system informasi perusahaaan yang terhubung ke database. Masing-masing komponen ini memiliki masalah-masalah keamanan dan kerentanan.
            E-commerce dan e-business membutuhkan perusahaan yang bisa terbuka namun secara bersamaan juga tertutup. Agar bisa menarik keuntungan dari e-commerce, manajemen rantai persediaan, dan proses bisnis digital lainnya, maka perusahaan perlu terbuka bagi pihak luar seperti pelanggan, pemasok, dan mitra dagang. Namun system itu juga harus tertutup bagi para hacker dan penggangu luar lainnya.
            Firewall merupakan suatu wilayah anatar LAN dan WAN internal dengan jaringan eksternal seperti Internet. Firewall berffungsi mengendalikan akses ke jaringan internal organisasi dengan bertindak sebagai penjaga gerbang yang menguji masing-masing hak akses pengguna sebelum mereka bisa mengakses jaringan tersebut.
            Ada dua jenis teknologi firewall: proxy dan inspeksi tetap. Proxy menghentikan data yang berasal dari luar organisasi pada firewall, menginspeksinya, dan melewatkan proxy ke bagian lain pada firewall. Pada inspesksi tetap, firewall memindai tiap paket data masuk, memeriksa sumbernya, alamat-alamat tujuannya, atau layanannya.
            Untuk menciptakan firewall yang baik, orang harus memprogram aturan-aturan untuk mengidentifikasi orang-orang, aplikasi, atau alamat yang akan diizinkan atau ditolak secara sangat rinci. Sebagai tambahan atas firewall, para vendor keamanan komersil sekarang menyediakan alat pendeteksi gangguan dan layanan untuk member perlindungan terhadap lalu lintas jaringan yang mencurigakan.

3.4 Keamanan dan E-commerce
            Keamanan e-commerce merupakan masalah kendali utama bagi perusahaan yang menjalankan e-commerce. Sangat penting bahwa data-data yang berkaitan dengan e-commerce seperti data pembeli dan penjual dijaga kerahasiaannnya sewaktu ditransmisi secara elentronik.
            Banyak perdagangan online ditangani melalui jaringan Electronic Data Interchange (EDI) yang biasanya dijalankan pada VAN (value-added network). VAN relative aman dan stabil. Namun karena harus dipelihara secara privat dan berjalann melalui saluran privat berkecepatan tinggi, maka VAN menjadi mahal. Akibatnya, Internet menjadi solusi pilihan teknologi jaringan untuk tujuan tersebut.
            Banyak organisasi bergantung pada enkripsi untuk melindungi informasi sensitive yang disebarkan melalui Internet dan jaringan lainnya. Enkripsi adalah pengacakan pesan agar tidak terbaca atau diakses oleh pihak yang tidak berwenang tanpa otorisasi.
            Ada beberapa metode alternative enkripsi, namun enkripsi “public key” merupakan enkripsi yang paling terkenal. Enkripsi kunci public menggunakan dua kunci yang berbeda, satu privat dan satu public. Kunci-kunci ini secara matematis terkoneksi sehingga data yang terenkripsi dengan satu kunci hanya bisa dideskripsi menggunakan kunci yang lainnya. Untuk mengirim dan menerima pesan, komunikator harus pertama-tama membuat membuat pasangan terpisah untuk kunci public dan kunci privat. Kunci public tersimpan direktori dan kunci privat harus siap dirahasiakan. Si pengirim mengenkripsi pesan dengan kunci public milik penerima. Pada pesan yang diterima, si penerima menggunakan kunci privatnya untuk mendekripsi pesan itu.
            Enkripsi membantu melindungi pengiriman data pembayaran, seperti informasi kartu kredit, dan mengenai masalah-masalah otentifikasi dan integritas dari pesan. Otentifikasi adalah kemampuan dari masing-masing bagian untuk mengetahui bahwa bagian-bagian lain itu adalah klaimnya.
            Tanda tangan digital dan sertifikat digital membantu proses otentifikasi. Tanda tangan digital (digital signature) merupakan kode digital yang ditanamkan pada pesan yang dikirim secara elektronik yang digunakan untuk memverifikasi keaslian dan isi pesan.
            Sertifikat digital adalah file-file data yang digunakan untuk menetapkan identifikasi orang-orang dan asset-aset elektronik untuk melindungi transaksi online. Sistem sertifikat digital menggunakan pihak ketiga yang terpercaya dan dikenal dengan sebutan certificate authority (CA) untuk memvalidasi identitas pengguna. Sistem CA bisa dijalankan sebagai sebuah fungsi di dalam organisasi atau oleh perusahaan luar seperti VeriSign Inc, di Mountan View, California. CA memverifikasi identitas sertifikat digital pengguna secara off-line. Informasi ini diletakkan ke dalam server CA, yang membangkitkan sertifikat digital terenkripsi yang mengandung informasi identifikasi pemilik dan salinan kunci public pemilik. Sertifikat ini mengotentikasi bahwa kunci public merupakan milik pemilik yang sah. CA membuat agar kunci publiknya tersedia secara public baik dalam bentuk tercetak maupun mungkin melalui Internet. Si penerima pesan yang terenkripsi menggunakan kunci public CA, kemudian mendapatkan kunci public si pengirim dan informasi identifikasi yang terkandung pada sertifikat. Dengan mengguanakan informasi tersebut, si penerima pesan bisa mengirimkan balasan yang terenkripsi. Sistem sertifikat digital memungkinkan, misalnya pengguna kartu kredit dan pedagang untuk memvalidasi bahwa sertifikat digitalnya benar-benar dikeluarkan oleh pihak ketiga yang sah sebelum mereka melakukan pertukaran data

3.5 Mengembangkan Struktur Kendali: Keuntungan dan Kerugian
            Beberapa analisis kerugian dan keuntungan perlu dijalankan untuk menentukan mekanisme kendali mana yang paling efektif member perlindungan tanpa mengorbankan efisiensi operasional. Salah satu criteria yang menentukan seberapa banyak kendali dibangun untuk system adalah mengenai kepentingan datanya. Kendali yang berciri efektif dalam hal biaya yang dikeluarkan juga dipengaruhi oleh efisiensi, kompleksitas, dan pengeluaran dari masing-masing teknik kendali. Pertimbangan ketiga adalah tingkat risiko jika aktivitas atau proses tertentu tidak dikendalikan secara benar. Para pembangun system bisa melakukan penilaian risiko, menentukan titik-titik kelemahan, frekuensi terjadinya masalah dan potensi kerusakan yang bisa terjadi.
            Pada beberapa situasi, organisasi mungkin tidak mengetahui secara tepat kemungkinan terjadinya ancaman terhadap system informasinya, dan mungkin tidak bisa menghitung dampaknya. Dengan demikian, manajemen bisa memilih untuk menguraikan risiko dan kemungkinan dampaknya secara kualitatif.
            Untuk memutuskan kendali mana yang digunakan, para pembangun system infomasi harus menguji beragam teknik kendali dalam hubungannya satu sama lain dan terhadap efektivitas penghematan relatifnya.  Kombinasi semua kendali yang dikembangkan untuk aplikasi tertentu akan menentukan struktur kendali secara keseluruhan.

3.6 Peran Audit Dalam Proses Kendali
            Audit SIM bertujuan mengidentifikasi semua kendali yang mengatur system informasi secara individu dan menilai keefektifannya. Untuk menjalankannya, seorang auditor harus mendapatkan pemahaman menyeluruh mengenai pengoperasian, fasilitas fisik, telekomunikasi system kendali, sasaran-sasaran keamanan data, struktur organisasi, personil, prosedur manual, dan masing-masing aplikasi.
            Audit menyusun dan mengurutkan semua kelemahan pada kendali dan memperkirakan kemungkinan kemunculannya, kemudian menilai dampak organisasi dan keuangan dari masing-masing ancaman.

4.      Memastikan Kualitas Sistem
Organisasi bisa meningkatkan kualitas system dengan menggunakan perangkat lunak perbaikan kualitas dan dengan memperbaiki kualitas data mereka.
4.1 Metodologi dan Alat Pengendali Kualitas Perangkat Lunak
            Solusi bagi masalah-masalah kualitas perangkat lunak mencakup penggunaan metodologi pengembangan system yang sesuai, alokasi sumber-sumber yang sesuai selama proses pengembangan system, penggunaan ukuran, dan pengujian.
·           Metodologi Terstruktur
            Beragam alat dan metodologi pengembangan telah dikembangkan untuk membantu pembangun istem mendokumentasikan, menganalis, merancang, dan mengimplementasikan system informasi. Metodologi pengembangan merupakan sekumulan metode untuk masing-masing aktivitas di dalam tiap tahap proyek pengembangan system. Fungsi utama dari metodologi pengembangan adalah menyediakan disiplin atau aturan untuk keseluruhan proses pengembangan.
            Metodologi terstruktur telah digunakan untuk mendokumentasi, menganalisis, dan merancang system informasi sejak tahun 1970-an. Terstruktur berarti mengacu pada kenyataan bahwa teknik yang digunakan adalah langkah-demi-langkah dengan masing-masing langkah dibangun berdasarkan tahap sebelumnya. Metodolgi terstruktur berciri atas-bawah, bergerak maju dari yang tertinggi, level yang paling abstrak sampai ke level rincian terendah-mulai dari yang umum sampai ke yang rinci.
            Metodologi terstruktur tradisional lebih berorientasi proses daripada berorientasi data. Metodologi terstruktur mencakup analisis terstruktur, rancangan terstruktur, dan pemrograman terstruktur.


·           Analisis Terstruktur
Analisis terstruktur banyak digunakan untuk menetapkan input system, proses, dan ouputnya. Ia menawarkan model gratis logis dari alur informasi, mempartisi system ke dalam modul-modul yang menunjukkan level rincian yang bisa dikelola. Struktur analisis mengkhususkan proses atau transformasi yang terjadi di dalam masing-masing modul dan antarmuka yang ada di antaranya. Alat utama yang digunakan adalah diagram alur data (DFD), sebuah grafik yang merepresentasi proses komponen sistem dan antarmuka (alur data) di antaranya.
            Alat lain untuk analisis terstruktur adalah kamus data, yang mengandung informasi mengenai pecahan-pecahan data individual dan kelompok-kelompok data di dalam system. Kamus data menggambarkan isi dari alur data dan penyimpanan data sehingga pembangunan system memahami dengan tepat isi dari tiap keeping data. Spesifikasi proses menguraikan transformasi yang terjadi pada level terendah dari diagram alur data. Spesifikasi proses mengekspresikan logika untuk masing-masing proses.

·           Rancangan terstruktur
Rancangan terstruktur meliputi serangakaian aturan rancangan dan teknuk yang membantu kejelasan dan kemudahan program, dengan demikian mengurangi waktu dan tenaga yang dikeluarkan untuk pengkodean,koreksi kode program, dan pemeliharaan. Prinsip utama dari rancangan terstruktu adalah sebuah sistem harus dirancang dari atas- bawah dengan model hierarkis dan terinci. Rancangan harus pertama- tama mempertimbangkan fungsi utama dari program atau sistem, kemudian memecah fungsi ini ke dalam sub fungsi dan menguraikan masing- masing sub fungsi sampai level terendah dari fungsi tercapai. Modul- modul level terendah menguraikan proses aktual yang akan terjadi. Dalam cara ini semua level tingkat tinggi dan modul rancangan dikembangkan sebelum rincian kode program ditulis. Jika analisis terstruktur telah dijalankan, maka dokumen spesifikasi terstruktur bisa bertindak sebagai input bagi proses perencangan.



·           Pemograman terstruktur
Pemograman terstruktur memperluas prinsip- prinsipyang mengatur rancangan terstuktur untuk pembuatan program agar program perangkat lunak lebih muda dipahami dan dimodifikasi.pemograman terstruktur didasarkan pada prinsip modularisasi, yang mengikuti analisis dan perancangan atas-bawah.
Para penasihat pemograman terstruktur telah menunjukan bahwa program apapun bisa ditulis dengan menggunakan tiga konstruksi kendali dasar atau pola instruksi:
1.        Konstruksi Pengurutan sederhana
2.        Konstruksi Pemilihan
3.        Konstruksi perulangan
Keterbatasan Metode- Metode Tradisional
Walaupun ,etode- metode tradisional tetap berharga, namun bisa sangat tidak fleksibel dan membutuhkan banyak waktu. Diperlukan penyelesaian analisis tersruktur sebelum rancangan bisa dimulai, dan pemograman harus menunggu hingga proses perancangan selesai.

Alat- Alat Dan Metodologi untuk Pengembangan Berorientasi Objek
Sejumlah teknik untuk menganilisis dan merancang sistem berorientasi onjek telah dikembangkan, namun Unified Modelling Language (UML) telah menjadi standar industri. UML memungkinkan para pembangun sistem untuk merepresentasi beragam sudut pandang itu sehinga menghasilkan konsistensi analisis, rancangan dan implementasi.

Computer Alded Software Engineering (Case)
Computer alded software engineering kadang kala disesbut computer alded systems engineering adalah otomatisasi metodologi langkah demi langkah untuk perangkat lunak dan pengembangan system yang bertujuan mengurangi jumlah pekerjaan yang berulang-ulang yang perlu dilakukan oleh pembangun system .pemakaian perangkat lunak ini lebih mengarahkan para pembangun system dalam hal pengerjaan tugas-tugas pemecahan masalah.CASE juga membantu pembuatan dokumentasi yang jelas dan kordinasi kerja tim pengembangan system. Para anggota tim bisa berbagi pakai kerja mereka dengan mengakses file-file anggota lainnya untuk meninjau kembali atau memodifikasi apa yang ditetapkan.

Alokasi Sumber Selama Pengembangan System
Pandangan-pandangan mengenai alokasi sumber selama pengembangan system telah berubah secara signifikan selama bertahun-tahun. Alokasi sumber di tentukan bagaimana biaya, waktu, dan personil yang di butuhkan pula beragam tahap proyek pengembangan system dipergunakan.
Literatur-literatur masa kini menunjukkan bahwa kira-kira seperempat waktu dan biaya untuk proyek dihabiskan untuk analisis dan spesifikasi, dengan kira-kira 50% sumber-sumbernya akan di alokasikan untuk perancangan dan pemrograman. Instalansi dan post-implementasi idealnya hanya memerlukan seperempat dari keseluruhan sumber proyek. Investasi dalam kualitas perangkat lunak ditetapkan lebih awal pada proses upaya menghasilkan pengembalian modal yang lebih besar.

Metrik Perangkat Lunak
Mestrik perangkat lunak memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas system. Metric perangkat lunak adalah penilaian objektif atas system dalam format ukuran. Penggunaan metric secara terus-menerus memungkinkan departemen system informasi dan pengguna bersama-sama melakukan pengukuran kinerja system dan mengidentifikasi masalah-masalah yang terjadi.contoh-contoh metric perangkat lunak adalah jumlah transaksi yang bisa diproses dalam waktu tertentu, waktu respon online, jumlah slip gaji yang akan siap dicetak perjam dan jumlah Bug per seratus baris.
 Agar metric bisa berhasil, maka metric harus dirancang dengan cermat, kreatif dan resmi.  Metric harus bisa mengukur aspek-aspek signifikan dari system. Selain itu, metric tidak berguna kecuali secara konsisten digunakan dan pengguna merasa yakin dengan pengukuran yang dihasilkan.

 Audit  Kualitas Data dan Pembersihan Data
Kualitas system informasi juga bisa ditingkatkan dengan mengidentifikasi dan mengoreksi data salah, mendeteksi kesalahan sebagai tujuan organisasi yang lebih eksplisit. Analisis kualitas data sering dimulai dengan audit kualitas data yang merupakan survey terstruktur atas keakuratan dan tingkat kelengkapan data dalam system informasi. audit kualitas data dijalankan dengan mengikuti metode-metode berikut:
·           Mensurvei para pengguna akhir mengenai persepsi mereka atas kualitas data.
·           Mensurvei keseluruhan file data
·           Mensurvei contoh-contoh dari file data.
Sampai saat ini, sebagian besar orgnisasi tidak memprioritaskan kualitas data sebagaimana seharusnya.sekarang E-Commerce dan E-Bussines semakin memaksa perusahaan untuk lebih memperhatikan kualitas data karena perusahan yang berjalan secara digital tidk bisa bekerja ecara efisien tanpa keakuratan data pelanggan dan mitra bisnisnya. Pembersihan data menjadi persyaratan inti dalam hal penyimpanan data, manajemen relasi pelanggan dan perdagangan berbasis web.

Wednesday, 17 April 2013

Memahami Nilai Bisnis Dari Sistem Informasi

Memahami Nilai Bisnis  Dari Sistem Informasi

Sistem informasi bisa memiliki beberapa nilai berbeda untuk perusahaan bisnis. Infrastruktur teknologi informasiyang kuat dan konsisten. Dalam jangka waktu panjang , bisa memainkan peran strategis penting dalam kehidupan perusahaan  system informasi bisa menopang kelangsungan hidup perusahaan.
Manfaat system dari sudut keuangan pada intinya berputar disekitar pertanyaan mengenai pengembalian atas modal investasi.
Model model anggaran modal tradisional
Model model anggaran modal tradisional merupakan salah satu bentuk dari beberapa teknik yang digunakan untuk mengukur nilai proyek investasi modal jangka panjang.
Ada enam model anggaran modal yang digunakan untuk mengevaluasi proyek-proyek modal:
·         Metode penggantian
·         Nilai akuntansi dari pengembalian modal investasi
·         Rasio rugi-laba
·         Nilai net saat ini (NPV/net present value)
·         Indeks keuntungan
·         Nilai internal pengembalian modal
Batasan-batasan model financial
Kesulitan-kesulitan mengukur keuntungan yang tidak kelihatan memberi bias pada model-model financial: Sistem transaksi dan klerikal yang menggantikan tenaga kerja dan menghemat ruang selalu menghasilkan keuntungan yang lebih terukur dan nyata daripada system informasi manajemen, system pendukung keputusan, atau system kerja kolaboratif didukung computer. Pendekatan-pendekatan tradisional untuk memberi nilai atas investasi system informasi cenderung menaksir produktivitas proyek system individual untuk fungsi bisnis tertentu. Pendekatan-pendekatan ini tidak cukup menjelaskan investasi dalam infrastruktur TI, menguji bisnis-bisnis baru, atau kemampuan-kemampuan enterprise lain yang bisa menguntungkan organisasi secara keseluruhan.
Fokus tradisional pada aspek-aspek financial dan teknis dari system informasi cenderung melebih-lebihkan dimensi sosial dan organisasional dari system informasi yang bisa mempengaruhi biaya dan keuntungan sebenarnya dari investasi. Banyak keputusan investasi system informasi tidak cukup mempertimbangkan biaya dari sudut kekacauan/gangguan organisasi yang disebabkan oleh system yang baru, seperti biaya-biaya untuk melakukan pelatihan pengguna akhir, dampak pelatihan system yang baru bagi karyawan, atau waktu yang dihabiskan oleh manajer untuk mengawasi perubahan-perubahan yang berhubungan dengan system yang baru. Keuntungan-keuntungan seperti keputusan yang bisa diambil dengan cepat dari system baru atau memperbaiki pengetahuan dan keahlian karyawan juga bisa terlalu dilebih-lebihkan dalam analisis financial tradisional.
Ada beberapa alasan yang bisa dipercaya bahwa investasi dalam teknologi informasi memerlukan pertimbangan-pertimbangan khusus dalam pemodelan financial. Anggaran modal secara historis berhubungan dengan perlengkapan pabrikasi dan investasi jangka-panjang lainnya, seperti fasilitas pembangkit listrik dan jaringan telepon. Investasi ini diharapkan berlangsung selama lebih dari satu tahun sampai dengan 25 tahun. Akan tetapi, system informasi berbeda dengan system pabrikasi dalam hal lebih singkatnya jangka waktu kelangsungan hidup system. Perubahan teknologi besar-besaran dalam hal system informasi berbasis komputer berarti sebagian besar system sebelumnya telah ketinggalan (out of date) selama lima atau delapan tahun. Tingginya tingkat keusangan teknologi dalam anggaran untuk system berarti periode penggantiannya harus lebih singkat dan nilai pengambilan lebih tinggi daripada proyek modal umumnya dengan waktu kegunaan yang lebih panjang.
Inti dari model financial adalah menggunakan model itu secara hati-hati dan meletakkan hasil nya pada konteks yang lebih luas dari analisis bisnis.
*      Metode penggantian
Metode penggantian sangat sederhana: merupakan pengukuran waktu yang diperlukan untuk menggantikan/mengembalikan investasi awal dari proyek. Periode penggantian dihitung sebagai berikut:

Investasi awal                                   
Net kas masuk per tahun             Jumlah tahun untuk pengembalian modal

*      Nilai akuntansi dari pengembalian modal investasi (ROI)
Perusahaan membuat investasi modal untuk mendapatkan kepuasan nilai pengembalian. Penentuan tingkat kepuasan nilai pengembalian tergantung pada biaya peminjaman uang, namun factor-faktor lainnya bisa dimasukkan ke dalam persamaan tersebut. Faktor-faktor tersebut adalah nilai historis dari pengembalian yang diharapkan oleh perusahaan. Dalam jangka panjang, nilai pengembalian yang diharapkan harus sama dengan atau melebihi modal pada pasar. Jika tidak, tidak akan ada yang mau meminjamkan uang kepada perusahaan.
               Nilai akuntansi dari pengembalian modal investasi menghitung nilai pengembalian dari investasi dengan mengatur arus masuk kas yang dihasilkan oleh investasi untuk penurunan harga (depresiasi). Ini menghasilkan perkiraan pendapatan akuntansi yang dimiliki oleh proyek.
               Untuk menemukan nilai pengembalian investasi, pertama-tama hitunglah rata-rata keuntungan bersih. Rumus untuk rata-rata keuntungan bersih sebagai berikut:
              
               (Total keuntungan Total biaya Depresiasi)           
                               Waktu penggunaan                                        Keuntungan bersih

               Keuntungan bersih ini dibagi dengan investasi awal untuk mendapatkan nilai pengembalian investasi, dengan rumus:
               Keuntungan bersih
               Total investasi awal                         Nilai pengembalian investasi

*      Nilai bersih saat ini
Nilai saat ini adalah nilai dolar yang berlaku saat ini untuk pembayaran atau urut-urutan pembayaran yang akan diterima pada masa yang akan datang. Nilai itu bisa dihitung dengan menggunakan rumus:

               Pembayaran x

Dengan demikian, untuk membandingkan investasi (yang dibuat dalam dolar saat ini) dengan penghematan masa depan atau pendapatan, anda perlu memotong pendapatan dengan nilainya saat ini kemudian menghitung nilai bersih saat ini dari investasi. Nilai bersih saat iniadalah jumlah uang sebagai harga investasi, yang terdiri dari biaya, pendapatan, dan nilai waktu dari uang. Rumus untuk nilai bersih saat ini adalah:
               Nilai saat ini dari arus kas yang diperkirakan – biaya awal investasi= nilai bersih saat ini.

*      Rasio rugi-laba
Metode sederhana untuk menghitung pengembalian modal adalah menghitung rasio rugi-laba, yaitu rasio dari keuntungan dan kerugian. Rumusnya adalah:

*      Indeks profitabilitas
Indeks profitabilitas dihitung dengan membagi nilai saat ini dari total arus kas masuk yang berasal dari investasi dengan biaya awal investasi. Hasilnya bisa digunakan untuk membandingkan keuntungan investasi alternatif.

*      Tingkat pengembalian internal (IRR)
Nilai internal pengembalian modal adalah variasi dari metode nilai bersih saat ini. Metode ini memperhitungkan nilai waktu uang. Tingkat pengembalian internal (IRR) didefinisikan sebagai nilai pengembalian modal pada atau keuntungan yang dihasilkan dari investasi.

*      Hasil analisis anggaran modal
Dengan menggunakan metode yang memperhitungkan nilai waktu uang proyek

Pertimbangan-Pertimbangan Strategis
                Metode lainnya untuk memilih dan mengevaluasi investasi system informasi mencakup pertimbangan-pertimbangan yang tidak diperhatikan oleh metode anggaran modal tradisional. Beberapa model dibawah ini bisa saling dikombinasikan :
·         Analisis Portofolio
Selain menggunakan anggaran modal, cara lain yang dipakai dalam memilih satu diantara banyak proyek alternatif adalah mempertimbangkan perusahaan memiliki portofolio dari aplikasi yang potensial. Masing-masing aplikasi memiliki keuntungan dan kerugian.
Jika analisis strategis telah menetapkan arah keseluruhan dari pengembangan system, maka dapat digunakan analisis portofolio untuk memilih alternatif. Mereka dapat memulainya dengan focus pada system yang memiliki keuntungan besar dan risiko kecil. Hal ini menjanjikan pengembalian modal yang tinggi dan resiko yang kecil. Kedua, system yang beresiko tinggi dengan keuntungan yang besar harus diuji ulang untuk mengetahui kemungkinan pembangunan ulang dan penggantiannya dengan system lain yang diinginkan, yanag memmiliki keuntungan lebih tinggi..
·         Model-model Skoring
Metode yang cepat dan kadang kala meyakinkan dan berasal dari keputusan mengenai pemilihan system alternatif adalah model skoring. Model skoring memberikan kepada system alternatif sebuah skor tunggal berdasarkan tingkat dimana system tersebut memenuhi tujuan yang telah ditetapkan. Salah satu penggunaan utama model skoring adalah dalam identifikasi kriteria pemilihan dan berat relatifnya.
·         Model-model Penetapan Harga Opsi Riil
Model penetapan harga opsi riil menggunakan konsep penilaian yang dipinjam dari industri finansial. Metode penetapan harga opsi riil memberi nilai pada proyek system informasi sama dengan opsi saham, memberi fleksibiitas kepada manajer untuk membuat modal investasi saat ini untuk menciptakan peluang untuk masa mendatang. Model opsi penetapan harga rill menawarkan sebuah pendekatan untuk berpikir mngenai proyek teknologi informasi yang memperhitungkan nilai pembelajaran manajemen dan nilai dari penundaan investasi. Kekurangan utama dari model ini adalah dalam mengestimasi semua variable kunci, khususnya arus kas yang diharapkan dari aset mendasar dan perubahan-perubahan dalam biaya implementasi.
Pentingnya Manajemen Perubahan dalam Keberhasilan dan Kegagalan Sistem Informasi
                Keuntungan-keuntungan dari investasi teknologi informasi akan berkurang jika perusahaan tidak mempertimbangkan biaya perubahan organisasi yang berkaitan dengan system baru atau mengefektifkan perubahan-perubahan tersebut. Penggunaan atau penggantian system informasi memiliki dampak yang besar terhadap organisasi dan perilaku. Perubahan internal organisasi menyebabkan hambatan dan oposisi dan bias membawa pada kematian system atau keberhasilan system.
                Kegagalan system informasi dalam presentasi yang sangat besar untuk membawa keuntungan atau mengatasi masalah sebagaimana yang dimaksudkan, terjadi karena proses perubahan organisasi di sekitar pembangunan system tidak diarahkan dengan benar. Pembangunan system yang berhasil membutuhkan manajemen perubahan secara cermat.
Bidang-Bidang Masalah Sistem informasi
                Masalah-masalah yang menyebabkan kegagalan system informasi bias dikelompokkan kedalam beberapa kategori yaitu:

*      Perancangan
Perancangan aktual system mungkin tidak bisa sesuai dengan persyaratan bisnis yang utama atau tidak bisa memperbaiki kkinerja organisasi. Informasi tidak bisa tersedia dengan cukup cepat untuk membantu proses bisnis. Cara dimana pengguna bisnis nonteknis harus berinteraksi dengan system mungkin saja terlalu rumit dan kurang mendukung. Antarmuka pengguna adalah bagian dari system yang berfungsi sebagai media interaksi antara pengguna dengan system.
System informasi dinilai gagal jika rancangannya tidak sesuai dengan struktur, kultur dan sasaran organisasi secara keseluruhan. Secara historis, rancangan system informasi sering kurang sesuai dengan isu-isu teknis yang perlu menjadi perhatian organisasi.
*      Data
Data di dalam system memiliki tingkat inakurasi dan inkonsistensi yang tinggi. Informasi pada bidang-bidang tertentu mungkin saja mengandung kesalahan atau ambigu, atau diorganisasi dengan baik untuk tujuan bisnis. Informasi yang dibutuhkan untuk fungsi bisnis tertentu mungkin tidak bisa diakses karena data tidak lengkap.
*      Biaya
Sebagian system beroperasi dengan baik, namun biaya unuk mengimplementasikannya dan menjalankannya pada basis produksi bisa melebihi nilai yang sudah dianggarkan. Proyek system lainnya mungkin sangat boros untuk diselesaikan. Dalam kedua kasus tersebut, pengeluaran-pengeluaran berlebihan tidak bisa dinilai dengan nilai bisnis yang ditunjukkan dari informasi yang disediakan.
*      Pengoperasian
System tidak berjalan dengan baik. Informasi tidak tersedia dengan cepat dan efisien karena operasi komputer yang menangani proses informasi terhambat. Pekerjaan yang sering dibatalkan akan mengakibatkan kerugian dan penundaan atau ketidaksesuaian jadwal yang sudah ditetapkan untuk pengiriman informasi. Suatu system online mungkin secara operasional tidak mencukupi karena waktu responnya terlalu lama.
Manajemen Perubahan dan Konsep Implementasi 
Agar secara efektif mengelola perubahan organisasi disekitar pembangunan system informasi yang baru, orang harus menguji dan meneliti proses implementasi. Implementasi merujuk kepada semua aktivitas organisasional dalam hal adopsi, manajemen dan rutinitas dari inovasi seperti system informasi yang baru .
Satu model dari proses implementasi adalah model Kolb/Frohman atas perubahan organisasi. Model ini membagi proses perubahan organisasi. Model ini membagi proses perubahan organisasi kedalam tujuh tahap relasi antara seorang konsultan organisasi dan kliennya. Penelitian akhir-akhir ini mengenai implementasi menekankan perlunya fleksibilitas dan improvisasi dengan para pelaku organisasi untuk tidak dibatasi oleh peran-peran yang kaku.

Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Implementasi
Pelaksanaan implementasi secara luas bisa ditentukan dari factor-faktor berikut ini:
*      Peran para pengguna dalam proses implementasi
*      Tingkat dukungan manajemen untuk usaha implementasi
*      Level kompleksitas dan resiko proyek implementasi
*      Kualitas manajemen dari proses implementasi
Mengubah Tantangan Manajemen untuk Aplikasi Enterprise, Perekayasaan Proses Bisnis, Manajemen Hubungan Pelanggan
Sebagian besar proyek system enterprise dan perekayasaan diperlemah oleh karena implementasi yang buruk dan praktik-praktik pengelolaan perubahan yang gagal mengarahkan perhatian-perhatian para karyawan terhadap perubahan tersebut. Berhadapan dengan ketakutan dan kecemasandiseluruh organisasi; mengatasi hambatan oleh manajer inti; perubahan fungsi kerja; jenjang karier; praktik perekrutan; dan pelatihan membawa ancaman-ancaman yang lebih besar terhadap perekayasaan ulang daripada kesulitan-kesulitan perusahaan dalam menghadapi visualisasi dan perancangan perubahan terobosan atas proses bisnis.
Sistem manajemen hubungan pelanggan (CRM) dan sistem manajemen rantai persediaan juga sangat sulit diimplementasikan dengan sukses. Sebagian besar perusahaan merangkul kebutuhan CRM untuk mentransformasi fokus itu dari sudut pandang produk-sentris menjadi sudut pandang  berpusat pada pelanggan, yang memerlukan beberapa perubahan mendasar dalam hal kultur organisasi dan proses bisnis, begitu pula kerjasama yang erat antara sistem informasi dan kelompok penjualan serta pemasaran.
Implikasi Sistem Akibat Penggabungan dan Akuisisi
Penggabungan dan akuisisi terus bertambah karena keduanya adalah mesin pertumbuhan utama bagi bisnis. Perusahaan berpotensi memotonng biaya-biaya secara signifikan dengan melakukan penggabungan dengan para pesaingnya, mengurangi resiko  dengan berekspansi kedalam beragam industry dan menciptakan kumpulan pengetahuan dan keahlian pesaing dengan menggabungkan kekuatan dengan para pemain lain. Selain itu juga bisa menghemat waktu: perusahaan bisa mendapatkan bagian pasar dan keahlian secara sangat cepat melalui akuisisi daripada melakukan pembangunan jangka panjang.
Para arsitek penggabungan dan akuisisi sering gagal mengapresiasi kesulitan dalam hal integritas sistem dari beragam perusahaan. Penggabungan dan akuisisi sangat dipengaruhi oleh karakteristik organisasi dari perusahaan yang bergabung dari infrastruktur teknologi informasinya. Kombinasi sistem informasi dari kedua perusahaan berbeda dari biasanya perlu memperhatikan perlunya perubahan organisasi dan proyek sistem kompleks yang perlu dikelola. Jika integritas tidak dikelola dengan benar, maka perusahaan menjadi tertatih-tatih menjalankan bisnisnya menggunakan sistem lama mereka yang sudah kadaluwarsa.
Jika perusahaan yang ditargetkan untuk akuisisi sudah diidentifikasi, maka para manajer sistem informasi perlu mengidentifikasi biaya realistik dari integrasi tersebut; perkiraan keuntungan dari operasi, cakupan, pengetahuan dan waktu; dan masalah-masalah sistem. Selain itu, para manajer TI bisa secara kritis memperkirakan biaya-biaya lainnya dan perubahan-perubahan lainnya yang diperlukan untuk memperbarui infrastruktur TI atau membuat perbaikan-perbaikan sistem utama untuk mendukung perusahaan-perusahaan yang bergabung.
Mengelola Implementasi
Tidak semua aspek proses implementasi bisa dengan mudah dikendalikan atau direncanakan. Namun, peluang-peluang untuk keberhasilan sistem bisa ditingkatkan dengan mengantisipasi potensi masalah implementasi dan menerapkan strategi perbaikan yang benar. Beragam pengelolaan proyek, pengumpulan persyaratan dan metode perencanaan telah dikembangkan untuk beberapa kategori masalah tertentu. Strategi juga telah direncanakan untuk memastikan bahwa pengguna memainkan peran yang sesuai disepanjang proses implementasi dan untuk mengelola proses perubahan organisasional.
Mengendalikan Faktor-Faktor Risiko
langkah pertama mengelola risisko proyek adalah mengidentifikasi sifat dan level risiko dari proyek yang sedang dikerjakan. Para pelaku implementasi kemudian bisa mengadaptasi kemungkinan pendekatan terhadap pengelolaan proyek, penanganan masing-masing proyek dengan peranti, metode pengelolaan proyek, dan hubungan organisasional yang menggerakkanlevel risiskonya.
Mengelola Kompleksitas Teknis
Proyek dengan teknologi yang kompleks dan menantang untuk dikuasai berasal dari keuntungan peranti integrasi internal. Keberhasilan proyek seperti ini bergantung dari seberapa baik pengelolaan kompleksitas. Para pemimpin proyek perlu memiliki pengalaman administratif dan teknis. Mereka harus mampu mengantisipasi masalah-masalah dan mengembangkan relasi yang mulus antar tim teknis secara terus-menerus. Keterampilan atau keahlian teknik yang penting yang tersedia secara internal, harus dicari dan ditentukan dari luar organisasi.
Perencanaan dan Peranti Kendali Resmi
Proyek-proyek besar akan menarik keuntungan dari penggunaan secara tepat peranti perencanaan resmi dan peranti kendali resmi. Teknik-teknik pengelolaan proyek bisa membantu manajer mengidentifikasi sumbatan-sumbatan dan menentukna dampak masalah pada waktu penyelesaian proyek. Teknik-teknik ini juga membantu pengembangan sistem untuk membagi implementasi kedalam segmen-segmen yang lebih kecil, yang bisa dikelola dengan baik dan menghasilkan keuntungan bisnis yang terukur. Teknik kendali standar akan berhasil memetakan kemajuan proyek atas penganggran dan tanggal jatuh tempo, sehingga penyimpangan dari perencanaan bisa diketahui.

Meningkatkan Keterlibatan Pengguna dan Mengatasi Resistansi Pengguna    
Proyek yang relatif memiliki struktur kecil dan persyaratan yang belum ditetapkan harus melibatkan pengguna disemua tahapnya. Para pengguna harus dimobilitas untuk mendukung satu dari banyak kemungkinan pilihan perancangan dan agar mereka berkomitmen pada satu rancangan. Peranti integrasi eksternal terdiri dari cara-cara mengkoneksi kerja tim implementasi dengan pengguna disemua level organisasi.
Partisipasi dalam kegiatan implementasi bisa saja kurang mencukupi untuk mengatasi maslah resistansi pengguna. Proses implementasi menuntut perubahan organisasional. Ada kemungkinan perubahan tersebut terhalang karena ada beragam pengguna yang bisa terpengaruh oleh sistem dengan beragam cara. Sementara sebagian pengguna mungkin bisa menyetujui sistem yang baru karena membawa perubahan yang merupakan yang mereka anggap menguntungkan mereka.   
Strategi untuk mengatasi hamabatan pengguna mencakup partisipasi pengguna, pendidikan dan pelatihan kepada pengguna, pengumuman resmi dan kebijakan manajemen dan pemberian intensif yang lebih baik bagi pengguna yang bekerja sama . sistem yang baru dapat dibuat lebih mudah bagi pengguna dengan memperbaiki antarmuka pengguna. Pengguna akan lebih bisa bekerja sama jika masalah-masalah organisasional dipecahkan khususnya untuk memperkenalkan sistem yang baru.
Perancangan untuk Organisasi
Karena tujuan sistem yang baru adalah memperbaiki kinerja organisasi, maka proses pengembangan sistem harus secara eksplisit menunjukkan cara di mana organisasi akan berubah jika sistem yang baru sudah dipasang, termasuk pemasangan internet, ekstranet, dan aplikasi internet. Sebagai tambahan untuk perubahan prosedural, transformasi dalam hal fungsi kerja, struktur organisasi, hubungan barbagi otoritas, dan perilaku harus direncanakan secara cermat. Jika perubahan-perubahan yang dibawa oleh teknologi menghasilkan konsekuensi yang bisa diketahui, maka organisasi bisa mendapatkan keuntungan dengan mengimprovisasi peluang-peluang baru.
Walaupun analisis sistem dan kegiatan perancangan dianggap menyertakan analisis dampak organisasi, namun wilayah ini biasanya diabaikan. Analisis dampak organisasi menjelaskan bagaimana sistem yang diajukan akan mempengaruhi struktur organisasi, sikap, pengambilan keputusan, dan pengoperasian. Agar bisa berhasil mengintegrasikan sistem informasi dengan organisasi, perkiraan dampak organisasi yang menyeluruh dan terdokumentasi harus mendapat perhatian lebih banyak dalam segala usaha pengembangan yang akan dilakukan.


Revolusi Jaringan dan Internet
Kualitas sistem informasi harus dievaluasi lebih dalam hal kriteria pengguna daripada criteria staf sistem informasi. Dalam hubungannya dengan sasaran seperti ukuran memori, rasio akses, dan waktu penghitungan, maka sasaran sistem harus mencakup standar kerja pengguna.
Wilayah-wilayah dimana pengguna berinteraksi dengan sistem, harus dirancang dengan cermat, dengan kepekaan terhadap isu-isu ergonomik. Ergonomik mengacu pada interaksi orang-orang dan mesin dalam lingkungan kerja.
Rancangan Sosioteknis
Sebagian besar pendekatan pembangunan sistem kontemporer cenderung memperlakukan pengguna akhir sabagai inti proses pembangunan sistem, namun memainkan peran yang relative pasif terhadap kekuatan-kekuatan lain yang membentuk sistem.
Rencana perancang sosioteknis menetapkan sasaran-sasaran manusia untuk sistem yang bisa meningkatkan kepuasan kerja. Para perancang harus menetapkan solusi teknis dan rancangan social. Rencana rancangan social menguraikan struktur kelompok-kelompok kerja, alokasi tugas dan rancangan kerja individu. Solusi teknis yang diajukan dibandingkan dengan solusi yang diajukan. Solusi teknis dan social yang bisa dikombinasikan diajukan sebagai sosioteknis. Alternatif yang paling sesuai dengan sasaran teknis dan social dipilih sebagai rancangan akhir. Rancangan sosioteknis yang dihasilkan diharapkan membuahkan sistem informasi yang bisa mengikat efisiensi teknis dengan kepekaan atas kebutuhan manusia dan organisasi, yang pada akhirnya membawa kepuasan kerja.
Manajemen Proyek “Generasi Keempat”
Teknik-teknik tradisional dalam mengelola proyek barkaitan dengan masalah-masalah ukuran dan kompleksitas dalam hal memecahkan proyek besar menjadi beberapa subproyek; menugaskan tim, membuat penjadwalan dan garis besar masing-masing serta fokus terutama pada mekanisme proyek ketimbang pada hasil bisnis. Teknik-teknik ini tidak mencukupi untuk sistem enterprise dan proyek sistem berskala besar lainnya yang memiliki masalah-masalah kompleks mengenai koordinasi organisasi dan pengelolaan perubahan dan kadang kala berhadapan dengan teknologi yang belum dikenal secara baik, dan secara terus menerus mengubah persyaratan bisnis.
Pada model ini, perencanaan proyek mengasumsikan fokus keseluruhan perusahaan, dikendalikan oleh visi strategi bisnis perusahaan dan arsitektur teknologinya. Para manajer proyek dan subproyek lebih fokus pada penyelesaian masalah dan menghadapi tantangan sewaktu keduanya muncul, daripada menghadapi kejadian-kejadian formal yang sifatnya insidentil. Mereka harus menekankan pembelajaran, mencari cara untuk mengadaptasi ketidakpastian yang sudah diketahui dan mengadaptasi kekacauan tambahan. Sangat berguna bagi perusahaan untuk menetapkan program kantor secara terpisah dalam mengelola subproyek, mengkoordinasi keseluruhan proyek dengan kelangsungan proyek dan mengkoordinasi proyek dengan perubahan terus menerus dalam hal strategi bisnis perusahaan, arsitektur sistem informasi dan infrastrukturnya dan proses bisnisnya.