Kamis, 13 November 2014

Beberapa Tahapan Audit Sistem Informasi

. Kamis, 13 November 2014 .

Tahap-tahap Audit Sistem Informasi
Audit Sistem Informasi dapat dilakukan dengan berbagai macam tahap-tahap. Tahap-tahap audit terdiri dari 5 tahap sebagai berikut :
1. Tahap Pemeriksaan Pendahuluan.
Sebelum auditor menentukan sifat dan luas pengujian yang harus dilakukan, auditor harus memahami bisnis auditee (kebijakan, struktur organisasi, dan praktik yang dilakukan). Setelah itu, analisis risiko audit merupakan bagian yang sangat penting. Ini meliputi review atas pengendalian intern. Dalam tahap ini, auditor juga mengidentifikasi aplikasi yang penting dan berusaha untuk memahami pengendalian terhadap transaksi yang diproses oleh aplikasi tersebut.
2. Tahap Pemeriksaan Rinci.
Pada tahap ini auditnya berupaya mendapatkan informasi lebih mendalam untuk memahami pengendalian yang diterapkan dalam sistem komputer klien. Auditor harus dapat memperkirakan bahwa hasil audit pada akhirnya harus dapat dijadikan sebagai dasar untuk menilai apakah struktur pengendalian intern yang diterapkan dapat dipercaya atau tidak. Kuat atau tidaknya pengendalian tersebut akan menjadi dasar bagi auditor dalam menentukan langkah selanjutnya.
3. Tahap Pengujian Kesesuaian.
Dalam tahap ini, dilakukan pemeriksaan secara terinci saldo akun dan transaksi. Informasi yang digunakan berada dalam file data yang biasanya harus diambil menggunakan software CAATTs. Pendekatan basis data menggunakan CAATTs dan pengujian substantif untuk memeriksa integritas data. Dengan kata lain, CAATTs digunakan untuk mengambil data untuk mengetahui integritas dan keandalan data itu sendiri.
4. Tahap Pengujian Kebenaran Bukti.
Tujuan pada tahap pengujian kebenaran bukti adalah untuk mendapatkan bukti yang cukup kompeten,. Pada tahap ini, pengujian yang dilakukan adalah :
a) Mengidentifikasi kesalahan dalam pemrosesan data
b) Menilai kualitas data
c) Mengidentifikasi ketidakkonsistenan data
d) Membandingkan data dengan perhitungan fisik
e) Konfirmasi data dengan sumber-sumber dari luar perusahaan.
5. Tahap Penilaian Secara Umum atas Hasil Pengujian.
Pada tahap ini auditor diharapkan telah dapat memberikan penilaian apakah bukti yang diperoleh dapat atau tidak mendukung informasi yang diaudit. Hasil penilaian tersebut akan menjadi dasar bagi auditor untuk menyiapkan pendapatnya dalam laporan auditan.

(Read More..)

Kamis, 19 Desember 2013

TEKNIK DAN DOKUMENTASI SISTEM

. Kamis, 19 Desember 2013 .

USER TEKNIK-TEKNIK SISTEM
Teknik-teknik sistem merupakan alat yang digunakan dalam menganalisis, merancang, dan mendokumentasikan sistem dan sub-sub sistem yang berkaitan. Teknik-teknik tersebut umumnya bersifat grafikal (piktoral). Teknik-teknik sistem penting bagi auditor intern dan ekstern dan juga para personal sistem dalam pengembangan sistem informasi. Teknik-teknik sistem juga digunakan oleh para akuntan yang melekukan pembuatan sistem, baik secara intern bagi perusahaannya maupun secara ekstern sebagai seorang konsultan.
Penggunaan Teknik-teknik Sistem dalam Auditing
Sebagian besar penugasan auditing dibagi dalam dua komponen dasar.
1.  Audit interim, bertujuan menetapkan tingkat struktur pengendalian intern yang dapat diandalkan organisasi, dan memerlukan beberapa jenis pengujian ketaatan, yang bertujuan untuk melihat eksistensi, efektivitas, dan kontinuitas opersai pengendalian intern yang diandalkan organisasi.
2. Audit laporan keuangan, yaitu pegujian substantif. Yang merupakan verfikasi langsung atas laporan keuangan, berdasarkan hasil pengujian pengendalian intern dalam audit interim. Contoh, pengujian substantif atas kas akan mencakup konfirmasi langsung saldo bank. Pengujian substantif atas piutang akan mencakup konfirmasi langsung saldo-saldo pelanggan.
Pengujian ketaatan maupun substantive  juga harus dilakukan oleh auditor intern sepeti halnya auditor ekstern.

Evaluasi pengendalian intern
Dalam mengvaluasi pengendalian intern, auditor umumnya memperhatikan arus pemrosesan dan pendokumentasian dokumen-dokumen dalam sistem aplikasi. Karena pemisahan dan pembagian tugas merupakan aspek penting dalam pengendalian intern, auditor membutuhkan teknik-teknik yang secara sistematis membentuk struktur dari sistem yang sedang dipelajari dengan memperhatikan distribusi distribusi dokumen-dokumen dan pembagian tugas-tugas pemrosesan diantara karyawan/departemen. Misalnya bagan arus analitis, baga arus dokumen, dan bagan distribusi formulir dapat digunakan oleh auditor untuk menganalisis  distribusi dokumen dalam sistem. Beberapa teknik lainnya  seperti kuisioner dan metode matriks, juga dapat digunakan untuk mengevaluasi pengendalian intern.

(Read More..)
 
{http://www.atchokers.blogspot.com} is proudly powered by Blogger.com | Template by Adrianto | o-om.com