Monday, 2 May 2016

Tips Menikah Gaji Kecil

. Monday, 2 May 2016 .

Tips Merencanakan pernikahan dengan Gaji Kecil
Hemat pangkal kaya. Boros pangkal Miskin. Itulah sebuah peribahasa yang terus dilakukan oleh orang yang menginginkan kecukupan uang untuk merencanakan sesuatu di Masa Depan. Ibarat sebuah pohon mangga yang ditanam. Sebelum menjadi pohon, Dia bermula dari biji kemudian tumbuh perlahan tapi pasti dan menjadi sebuah pohon yang besar. Artinya adalah untuk menginginkan sesuatu yang besar dikemudian hari semua butuh proses. Proses yang memakan banyak waktu, tenaga, dan pikiran. Tapi tahukah Anda bila berapapun gaji yang anda peroleh bila Anda bersungguh-sungguh untuk menabungnya maka Anda dapat mewujudkan sesuatu itu.
Menikah kata yang tentu Wajib bagi Pria yang merencanakan Masa depan bersama Sang Kekasih. Bila Anda serius merencanakan hal tersebut maka Anda dapat melakukan cara – cara seperti di bawah ini :


1. Rajin menabung. Menyisihkan gaji yang diperoleh setiap bulannya sekitar 20%. Sebagai seorang Pria tentunya Anda harus mampu menahan diri dari pengeluaran – pengeluaran yang dirasa tidak perlu. Menyisihkan penerimaan dari Gaji akan sangat diperlukan bagi Anda yang benar – benar serius menikah dengan sang kekasih.
2. Jangan pelit. Seringkali seseorang terlupa dengan penerimaan yang diterimanya. Berapapun gaji yang Anda peroleh, di dalamnya tentu terdapat hak – hak orang lain yang tidak mampu yang harus Anda keluarkan dalam bentuk Zakat Mal atau Harta.
3. Pererat hubungan dengan keluarga dan tetangga. Menjalin keakraban ini merupakan cara untuk memuluskan Anda dalam mecapai Tujuan Anda menikah. Contohnya Bila Anda di undang atau keluarga atau tetangga sakit. Hal ini merupakan rahasia yang kadang terlupakan bagi setiap orang.
4. Berdoa dan berusaha. Kedua kata ini sangat erat. Kenapa? Bila Anda tahu bahwa Di dalam Doa ada Usaha dan Dalam Usaha ada Doa, Maka Anda akan tahu semua harus sejalan. Jangan berpikir bila kedua kata ini Anda abaikan salah satunya maka semua akan berjalan mulus. Anda salah.
5. Semoga Sukses nikahnya.

(Read More..)

Saturday, 6 June 2015

Audit Pemasaran

. Saturday, 6 June 2015 .


Kasus O’BrienCandy Company yang merupakan perusahaan kembang gula di Amerika Tengah. Suatu ketika, perusahaan tersebut pernah menghadapi persoalan berat berupa penurunan tingkat penjualan dan keuntungan. Top management berpendapat bahwa penyebabnya terletak pada tenaga penjual yang dianggap tidak bekerja keras dan kurang terampil. Untuk itu, mereka memperkenalkan suatu sistem perangsang konpensasi baru dan mempekerjakan pelatih tenaga penjualan untuk mendidik para pegawai penjualan dalam bidang perniagaan dan teknik-teknik penjualan moderen.
Akan tetapi, sebelum melakukan hal tersebut, mereka memutuskan untuk mempekerjakan konsultan pemasaran untuk melakukan audit pemasaran dengan menghasilkan kesimpulan tegas tentang permasalahan perusahaan O’Brien yang tidak akan terpecahkan dengan cara-cara peningkatan kemampuan tenaga penjualan, karena permasalahan yang sesungguhnya dihadapi perusahaan bersifat lebih mendasar. Antara lain : (a) Tujuan-tujuan pemasaran perusahaan tidak jelas dan tidak realistis, (b) Strategi perusahaan tidak memperhitungkan perubahan pola penyaluran atau menyelenggarakan perubahan pasar yang cepat, (c) Perusahaan lebih dijalankan oleh organisasi penjualan daripada oleh organisasi pemasaran, (d) Jajaran produk perusahaan berada dalam keseimbangan yang mengkhawatirkan. Dua macam produk yang menonjol menanggung 75% dari seluruh penjualan dan tidak memiliki potensi untuk berkembang, (e) Serangkaian variabel pemasaran (marketing mix) perusahaan tidak seimbang dan terlalu banyak menghabiskan dana untuk tenaga penjualan tapi tidak cukup untuk bagian pengiklanan, (f) Perusahaan tidak memiliki prosedur pengembangan produk baru secara berhasil, (g) Usaha penjualan tidak terarah pada perhitungan yang menguntungkan.
Ternyata persoalan yang ditangkap top managementO’Brien bahwa tenaga penjual yang dianggap kurang kerja keras tidak lebih dari sekedar symptom. Akar permasalahan perusahaan baru dapat ditangkap secara utuh setelah melaksanakan audit pemasaran. Kasus O’Brien secara gamblang menunjukkan betapa pentingnya audit pemasaran untuk mengetahui permasalahan pemasaran yang sesungguhnya dihadapi perusahaan. Tanpa melakukan audit pemasaran maka persoalan perusahaaan O’Brien tak kunjung terpecahkan karena upaya manajemen untuk membasmi ‘penyakit’ dilakukan dengan ‘obat’ yang tidak tepat.

(Read More..)
 
{http://www.atchokers.blogspot.com} is proudly powered by Blogger.com | Template by Adrianto | o-om.com